Kehadiran Ulama di Ruang Digital Adalah Kebutuhan Besar Masyarakat
Mataram, 25 April 2026 – Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), Abul Chair, menekankan pentingnya adaptasi para tokoh agama di era digital.
Hal ini disampaikannya saat menjadi pembicara kunci (keynote speaker) dalam acara peluncuran dan bedah buku berjudul "Microselebritas Muslim: Strategi Dakwah Virtual Tuan Guru Lombok" karya Suaeb Qury, Komisioner KI NTB yang berlangsung di Auditorium UNU NTB, Sabtu (25/4/2026).
Dalam sambutannya, Abul Chair menyatakan bahwa tantangan zaman saat ini telah bergeser. Masyarakat kini tidak lagi hanya menghadapi keterbatasan akses informasi, melainkan justru menghadapi "banjir" informasi yang seringkali disertai dengan krisis keteladanan dan maraknya konten-konten yang menyesatkan.
"Kehadiran ulama yang mencerahkan di ruang digital bukan lagi sekadar pilihan, melainkan kebutuhan besar masyarakat. Teknologi boleh berubah, tetapi pesan kebaikan harus tetap hadir," tegas Abul Chair di hadapan para akademisi, mahasiswa, dan tokoh agama serta pegiat literasi yang hadir.
Ia menilai, fenomena munculnya 'microselebritas muslim' di kalangan Tuan Guru di Lombok menunjukkan bahwa para ulama di NTB tidak tertinggal oleh zaman. Melalui platform digital dan media sosial, nilai-nilai Islam yang Rahmatan lil 'Alamin kini dapat menjangkau segmen masyarakat yang lebih luas, termasuk generasi milenial, Gen Z, hingga mereka yang selama ini jauh dari forum keagamaan konvensional.
Lebih lanjut, Abul Chair menjelaskan bahwa Pemerintah Provinsi NTB memandang pembangunan daerah tidak boleh hanya bertumpu pada infrastruktur fisik. Pembangunan karakter, moral, dan peradaban masyarakat melalui peran pesantren dan organisasi keagamaan menjadi pondasi yang sangat krusial.
"Kita ingin NTB maju secara ekonomi, tetapi tetap kokoh dalam nilai. Kita ingin NTB modern, tetapi tidak tercerabut dari akar budayanya," imbuhnya.
Di akhir narasinya, Sekda NTB mengajak seluruh elemen masyarakat mulai dari pemerintah, ulama, akademisi, hingga komunitas sosial untuk memperkuat kolaborasi. Hal ini sejalan dengan visi Gubernur dan Wakil Gubernur NTB untuk bergerak bersama menuju NTB sebagai Provinsi Kepulauan yang makmur dan mendunia, yang diukur tidak hanya dari pertumbuhan ekonomi, tetapi juga kualitas akhlak dan pendidikan masyarakatnya.
"Karya buku ini adalah dokumentasi intelektual yang penting atas perubahan sosial yang sedang berlangsung. Semoga menjadi inspirasi bagi generasi muda dan memperkuat budaya literasi di NTB," pungkasnya.(san/diskominfotik)







