Roadshow KBN dengan Tema "Narkoba" di Kota Bima, Bunda Niken : Menjaga Ketahanan Keluarga
Semakin maraknya penggunaan dan penyalagunaan Narkotika dan Obat-obat terlarang (Narkoba), dikalangan remaja hingga anak-anak, harus diperkuat dengan menjaga ketahanan dalam lingkungan keluarga.
Pesan tersebut disampain Ketua Tim Penggerak (TP) Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Provinsi NTB Hj. Niken Saptarini Widiyawati Zulkieflimansyah, yang akrab disapa Bunda Niken, pada program Kabar Bunda Niken (KBN) edisi khusus roadshow di Kota Bima, menggelar kajian bareng bersama tentang Narkoba, secara off line dan hybrid, Senin (23/5/2022) di Aula Pemkota Bima.
"Mencegah penggunaan dan penyalagunaan Narkoba adalah dengan ketahanan keluarga,"kata istri Gubernur NTB ini.
Menurutnya, lingkungan keluarga menjadi benteng untuk mencegah Narkoba, sehingga harus orang tua harus memperhatikan pola asuh terhadap anak-anaknya sejak dini. Menjalin komunikasi yang baik dan menjadikan anak sebagai sahabat.
"Kuncinya adalah di keluarga, maka Ibu PKK bisa lakukan penyuluhan Narkoba, untuk keluarga dan lingkungannya,"ajak alumni UI ini.
Menghentikan mata rantai Narkoba, untuk tidak membeli, karena hanya itu cara yang paling mudah untuk dilakukan
Karena bahaya serta dampak narkoba pada kehidupan dan kesehatan semakin meresahkan, tidak hanya pada orang dewasa tetapi juga menyerang anak-anak dan remaja.
"Saat ini salah satunya karena mudahnya mendapat bahan berbahaya tersebut," kata Bunda Niken saat memandu gelaran Kabar Bunda Niken di dengan menghadirkan narasumber dari BNN Kota Bima, ketua LPA Kota Bima dan Ketua PKK Kota Bima.
Selama ini narkoba hanya digunakan untuk keperluan medis sesuai takaran, seperti untuk bius. Namun karena memiliki efek, sehingga disalahgunakan oleh berbagai kalangan.
Penyebabnya, terjadi karena motif ekonomi dan ada gerakan masif yang dilakukan untuk terus melakukan peredaran Narkoba.
Ditambahkan kepala BNN Kota/Kabupaten Bima AKBP Hurri Nugroho bahwa Narkoba ini dulu hanya digunakan oleh orang dewasa untuk gengsi.
"Misalnya penggunaan tramadol atau ganja. Barang-barang ini efeknya yang dimanfaatkan orang,"kata kepala BNN.
Untuk itu, pengaruhnya yang sangat berbahaya, pemerintah sudah menyatakan darurat dan perang terhadap nerkorba. Di beberapa wilayah bima, pihakbya sudah membentuk kampung tangguh narkoba untuk terus mensosialisasikan bahaya narkoba.
"Hal tesebut sudah ada dasar perpres dan auran serta regulasinya," tambahnya.
Narkoba itu dapat dilakukan selain untuk upaya pemberantasan dapat juga dilakukan mencegah dengan pemberdayaan masyarakat.
Banyak kalangan tergiur karena faktor nilai ekonomisnya yang menggiurkan. Padahal
Narkoba ini dapat menghilangkan dan melemaglhkan generasi suatu bangsa.
"Anak-anak kita awalnya coba-coba memakai. Namun karena pengaruh pergaulan dan lingkungan jadi ketagihan,"ujarnya.
Oleh sebab itu, ia mengingatkan remaja, generasi muda dan masyarakat mengenal ciri-ciri pemakai Narkoba. Biasanya lanjutnya, pola perilaku pengguna tidak seperti orang normal. Tatapannya tidak seperti biasa.
"Bila ditemui tanda orang seperti itu, laporkan kepada BNN atau aparat dilingkungan masing-masing,"pintanya.
Sementra itu, Ketua LPA Kota Bima, Juhriati, SH., MH., mengaku bahwa Program ini sangat efektif dan sangat memberi manfaat.
Dikatakannya bahw Kasus narkoba yang dilaporkan di LPP tidak banyak dibanding kekerasan terhadap anak, akibat pengaruh Narkoba.
Menurutnya, banyak para orang tua tidak mengetahui anaknya memakai Narkoba. Namun setelah ditangani LPP dan terkena masalah hukum, baru ketahuan tingkah laku anaknya.
"Banyak orang tua yang tidak tau anaknya pemakai narkoba. Sehingga ortu kaget saat kami dampingi,"ungkap Juhriati.
Maka, Pola asuh dengan penguatan kapasitas keluarga harus diperkuat untuk menghindari Narkoba. Termasuk orang tua harus melek Narkoba. Begitupun pihak sekolah harus peduli terhadap siswanya.
"Memberantas Narkoba ini tugas bersama kita. Bila diketahui terjadi perubahan perilaku anak kita, maka segera dilaporkan dan kita harus sensitif terhadap narkoba,"tambahnya.
Maka dari itu, kenali anak dirumah, karena
Narkoba ini merupakan perusak moral dan akidah. "Narkoba itu bukan barang untuk dicoba,"tutupnya.
Ketua TP. PKK Kota Bima Hj. Elly Alwain Muhammad Lutfi mengatakan bahwa, ibu PKK sebagai madrasah bagi anak dan keluarga harus memperkuat ketahanan keluarga
"Karena masuknya Narkoba ini, berawal dari rendahnya ketahanan keluarga,"kata ketua TP. PKK Kota Bima.
Diakuinya TP. PKK Kota Bima tidak pernah berhenti memberantas Narkoba, dengan terus melakukan sosialisasi dan mendorong remaja tingkat SMA sederajat untuk menjauhi Narkoba dengan mengandeng BNN.
"Sejak tahun 2019,kami terus kampanyekan pencegahan dikalangan siswa SMA se Kota Bima,"terang Ummi Ely sapaannya.
Selain itu, Ia juga menginatkan bahwa orang tua harus tau kewajiban. Wajib mengenali siapa teman dan bersahabat putra putrinya.
Intinya, orang tua wajib peduli terhadap tumbuh kembang dan pergaulan anaknya. "Narkoba cukup kikenal jangan dicoba, ini tanamkan pada anak-anak kita,"tutupnya.
Kegiatan tesebut dirangkai dengan penandatanganan MoU PKK dengan BNN Kabupaten/Kota Bima. (edy/irfan/diskominfotikntb)








