NTB PROV

Gubernur NTB Hadiri Peringatan Nuzulul Quran di Masjid Jami’ Praya, Tekankan Toleransi dan Masa Depan Strategis Lombok Tengah

NTB PROV

Lombok Tengah, 6 Maret 2026 - Gubernur NTB Dr. H. Lalu Muhamad Iqbal didampingi oleh Wakil Gubernur NTB Hj. Indah Dhamayanti Putri, menghadiri Peringatan Nuzulul Quran 1447 Hijriah di Masjid Jami' Praya pada Jumat malam (6/3). Dalam kesempatan tersebut, Gubernur menekankan pentingnya menjaga nilai toleransi yang telah lama menjadi kekuatan sosial masyarakat Lombok, sekaligus memaparkan sejumlah rencana pembangunan strategis di Kabupaten Lombok Tengah.

 

Dalam sambutannya, Gubernur mengingatkan bahwa kawasan sekitar Masjid Jami’ Praya sejak lama menjadi contoh nyata kehidupan masyarakat yang harmonis di tengah keberagaman. Ia menyebut kawasan Peken Laek di belakang masjid yang juga menjadi tempat tinggal masyarakat Tionghoa.

 

“Di belakang masjid ini ada kawasan pecinan, Peken Laek. Teman-teman Tionghoa kita banyak tinggal di sini, bahkan dulu ada sekolah Tionghoa di dekat sini. Masjid ini dikelilingi oleh masyarakat Tionghoa, tetapi kita hidup berdampingan dengan damai,” ujar Gubernur.

 

Ia juga mengenang peristiwa kerusuhan tahun 1998 yang sempat melanda sejumlah daerah di Indonesia. Menurutnya, masyarakat Lombok menunjukkan sikap yang berbeda dengan menjaga keselamatan sesama warga tanpa memandang latar belakang.

 

“Ketika kerusuhan 1998 terjadi, di kawasan ini tidak ada satu pun orang yang terluka. Inilah bentuk toleransi masyarakat Lombok yang sangat saya banggakan,” katanya.

 

Gubernur juga berbagi pengalaman pribadinya saat berada di Jakarta pada masa kerusuhan tersebut. Ia segera menghubungi keluarganya di Lombok untuk memastikan keselamatan mereka.

 

“Saya ingat ketika kerusuhan 1998 di Jakarta, saya sedang berada di sana. Orang pertama yang saya telepon adalah paman saya. Saya minta beliau masuk ke pondok pesantren Al-Muhajirin agar aman. Alhamdulillah, kita patut bersyukur hidup di daerah dengan tingkat toleransi yang sangat tinggi seperti di NTB,” ungkapnya.

 

Pada kesempatan tersebut, Gubernur juga memaparkan sejumlah rencana pembangunan strategis yang akan menjadikan Lombok Tengah sebagai salah satu pusat pertumbuhan penting di NTB. Ia menyebut keberadaan dua fasilitas strategis di wilayah tersebut, yakni Bandara Internasional Lombok dan Sirkuit Mandalika.

 

Menurutnya, Bandara Internasional Lombok direncanakan akan dikembangkan menjadi bandara hub internasional.

 

“Bandara Lombok akan kita dorong menjadi hub atau bandara transit. Wilayah seperti NTT, Timor Leste, hingga Perth dan Darwin nantinya bisa masuk ke Indonesia melalui Lombok,” jelasnya.

 

Tidak hanya itu, bandara tersebut juga dirancang menjadi bandara multimoda pertama di Indonesia yang terintegrasi dengan transportasi air melalui pengembangan fasilitas seaplane.

 

“InsyaAllah Lombok akan memiliki bandara multimoda pertama di Indonesia. Akan ada waterbase di Bendungan Batujai, sehingga pesawat seaplane bisa menghubungkan bandara langsung ke resort, pulau-pulau wisata, hingga Gili Trawangan,” kata Gubernur.

 

Selain sektor transportasi dan pariwisata, kawasan Mandalika juga diproyeksikan menjadi lokasi pengembangan pusat data (data center) yang akan memperkuat posisi Lombok Tengah sebagai kawasan strategis pembangunan NTB.

 

Gubernur juga menyampaikan rencana pembangunan jalan strategis yang menghubungkan Pelabuhan Lembar di Lombok Barat dengan Pelabuhan Kayangan di Lombok Timur. Jalur tersebut akan memangkas waktu tempuh logistik dan mobilitas masyarakat di Pulau Lombok.

 

“Jalan dari Lembar ke Kayangan sepanjang sekitar 15 kilometer sebagian besar berada di wilayah Lombok Tengah. Nantinya perjalanan dari Lembar ke Kayangan bisa ditempuh sekitar dua jam saja,” ujarnya.

 

Ia menargetkan proyek tersebut dapat mulai dibangun setelah proses desain dan penyelesaian persoalan lahan selesai.

 

“Studi kelayakan sudah ada. Dalam satu sampai dua bulan ke depan akan masuk tahap detail desain. Setelah itu kita selesaikan persoalan tanah, dan tahun berikutnya mulai pembangunan. Mudah-mudahan bisa selesai tahun 2028 atau paling lambat awal 2029,” jelasnya.

 

Menurut Gubernur, pembangunan jalur ini akan membantu menurunkan biaya transportasi logistik di NTB. Jija transportasi lebih murah, biaya angkut sapi, bawang, dan berbagai komoditas lainnya juga akan turun. Ini akan mendorong pertumbuhan ekonomi, terutama di wilayah selatan. 

 

Dalam audiensi dengan Menteri Pertahanan sebelumnya, Gubernur juga menyampaikan bahwa jalur tersebut dirancang memiliki fungsi tambahan sebagai landasan darurat bagi pesawat tempur jika dibutuhkan.

 

“Jalur itu juga bisa berfungsi sebagai emergency landing bagi pesawat tempur. Karena Lombok berada di jalur pelayaran internasional yang sangat strategis. Dukungan dari Menteri Pertahanan sudah kita dapatkan,” ujarnya.

 

Sebagai tambahan informasi, Pulau Lombok juga memiliki catatan sejarah dalam sistem pertahanan udara Indonesia. Pada masa lalu, wilayah Lombok pernah digunakan sebagai lokasi bandara militer yang dikenal dengan Bandara Rambang di Lombok Timur, yang difungsikan untuk kebutuhan pertahanan maupun sebagai lokasi emergency landing pesawat.

 

Di akhir sambutannya, Gubernur menyampaikan bahwa berbagai ikhtiar pembangunan tersebut membutuhkan dukungan seluruh masyarakat.

 

“Atas nama Pemerintah Provinsi NTB, kami memohon dukungan dari seluruh masyarakat agar ikhtiar dan cita-cita kita untuk memajukan Lombok Tengah dan NTB diridai oleh Allah SWT,” tutupnya yang kemudian diakhiri dengan pemberian santunan kepada masyarakat yang membutuhkan. (nov/her/kominfotikntb)

NTB PROV
Diskominfotik NTB © 2025 All rights reserved.

Membangun Nusa Tenggara Barat Makmur Mendunia

by Dinas KOMINFOTIK NTB

Link Penting

BPS NTB KADARING SIBI (Kamus dalam Jaringan Sistem Isyarat Bahasa Indonesia)

Sekretariat Daerah Provinsi Nusa Tenggara Barat: Jalan Pejanggik No. 12
Mataram, Nusa Tenggara Barat - 83122

Monday - Friday: 07:30 - 16:00 Saturday, Sunday: Closed
0370-622373