Plh. Sekda NTB Tegaskan Pentingnya Kolaborasi dan Gotong Royong dalam Rapat Koordinasi Gerakan Bhakti Stunting 2025
Diskominfotik NTB – Plh. Sekretaris Daerah Provinsi NTB, H. Lalu Moh. Faozal, S.Sos., M.Si memimpin langsung Rapat Koordinasi Keberlanjutan Gerakan Bhakti Stunting 2025 yang berlangsung di di Ruang Rapat Anggrek, Kantor Gubernur NTB, Jumat (4/7/2025).
Dalam forum tersebut, Plh. Sekda NTB secara terbuka mengajak seluruh unsur pemerintah daerah untuk kembali menyatukan langkah melalui pendekatan kolaboratif, namun tetap realistis terhadap kondisi fiskal dan kapasitas OPD saat ini.
"Pagi ini kita coba urut kembali tugas-tugas kita dalam mendekati persoalan stunting di NTB. Ada pola bagus yang pernah kita jalankan dulu, yaitu gerakan gotong royong stunting. Ini bukan hanya program, tapi betul-betul gerakan masyarakat," ujar Faozal mengawali arahannya.
Menurutnya, pendekatan gerakan terbukti memberi respons positif dari masyarakat karena mengedepankan kerja nyata di lapangan. Hal ini menjadi dasar untuk merancang kembali strategi stunting tahun 2025 agar lebih berdampak dan sesuai kebutuhan masyarakat.
"Ketika kita turun ke masyarakat dengan membawa semangat gotong royong, masyarakat melihat dan merasakan bahwa kita kerja untuk mereka. Itu yang membedakan gerakan dengan sekadar program," katanya.
Ia juga mengingatkan pentingnya membangun energi kolektif dan semangat gotong royong, terutama untuk membangun kepercayaan masyarakat terhadap upaya pemerintah.
"Gerakan ini harus bernafas. Harus hidup. Kalau kita turun ke daerah dan terlihat siap, maka kabupaten juga akan termotivasi," katanya.
Menutup arahannya, Faozal menggarisbawahi bahwa kolaborasi dan keselarasan visi adalah kunci dari keberhasilan Gerakan Bhakti Stunting ke depan. Ia meminta agar seluruh OPD segera menyusun rencana kerja bersama dan menetapkan waktu aksi.
Rapat ditutup dengan kesepakatan untuk memformulasikan panduan teknis pelaksanaan Bhakti Stunting 2025 yang disinergikan dengan program Desa Berdaya, serta memastikan pelibatan semua unsur, termasuk PKK dan mitra pembangunan lainnya.
Terima kasih atas masukkan Anda.








