NTB PROV

Safari Ramadhan NTB: Rihlah Ukhuwah Menyatukan Ibadah dan Pembangunan

NTB PROV

Bagi Gubernur Nusa Tenggara Barat H. Lalu Muhamad Iqbal dan Wakil Gubernur Hj. Indah Dhamayanti Putri, kepemimpinan bukan sekedar kewenangan yang dijalankan dari ruang kantor dan meja birokrasi. Kepemimpinan, bagi keduanya, adalah kehadiran di tengah masyarakat, mendengar langsung denyut kehidupan rakyat, dan bekerja memastikan bahwa setiap kebijakan benar-benar menyentuh kehidupan mereka. Dalam pandangan mereka, pemimpin harus berjalan bersama rakyat, melihat langsung persoalan yang dihadapi, dan menghadirkan solusi yang nyata.

 

Semangat itulah yang mewarnai rangkaian Safari Ramadhan 1447 Hijriah Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat. 

 

Safari ini tidak sekedar agenda tahunan, tetapi sebuah rihlah ukhuwah, yaitu perjalanan kebersamaan yang menyatukan ibadah, kepedulian sosial, dan kerja nyata pembangunan.

 

Ramadhan selalu menghadirkan ruang perjumpaan antara iman, kemanusiaan, dan kepemimpinan. Di bulan yang sarat berkah ini, ibadah tidak berhenti pada ritual personal, tetapi menjelma menjadi energi sosial yang menggerakkan kepedulian dan kebersamaan. 

 

Pemerintah Provinsi NTB menjadikan momentum ini sebagai jalan untuk memperkuat ukhuwah sekaligus memastikan pembangunan hadir sebagai kehadiran nyata di tengah masyarakat.

 

Perjalanan Safari Ramadan dimulai pada Ahad, 1 Maret 2026 di Kabupaten Dompu. Dipimpin oleh Wakil Gubernur NTB Hj. Indah Dhamayanti Putri, rombongan pemerintah provinsi mengawali kegiatan dengan meninjau pelaksanaan program Desa Berdaya di Desa Saneo, Kecamatan Woja.

 

Di desa ini, Wakil Gubernur melihat langsung kondisi rumah warga yang masuk dalam kategori tidak layak huni. Ia berbincang dengan masyarakat, mendengar cerita kehidupan mereka, sekaligus memastikan bahwa program pemerintah benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat desa.

 

Menurutnya, Desa Berdaya bukan sekedar program bantuan sosial, tetapi sebuah upaya untuk membangun kemandirian masyarakat dari tingkat paling dasar.

“Kami ingin memastikan bahwa kehadiran pemerintah benar-benar dirasakan masyarakat. Program Desa Berdaya bukan hanya soal bantuan, tetapi bagaimana kita mendorong kemandirian ekonomi warga, memperbaiki kualitas hidup, dan memperkuat daya tahan masyarakat desa secara berkelanjutan,” ujarnya.

 

Safari Ramadan di Dompu juga diisi dengan penyaluran berbagai bantuan sosial melalui Baznas NTB, termasuk bantuan untuk lansia, penyandang disabilitas, serta dukungan renovasi mushola warga. Kegiatan ini kemudian dilanjutkan dengan penanaman pohon sebagai simbol komitmen menjaga lingkungan dan masa depan generasi mendatang.

 

Malam harinya, kegiatan Safari Ramadan dipusatkan di Masjid Qushurul Jannah, Desa Kandai Dua. Ratusan paket bantuan disalurkan kepada masyarakat, menghadirkan suasana kebersamaan yang hangat antara pemerintah dan warga.

 

Dalam kesempatan tersebut, Wakil Gubernur mengajak masyarakat menjadikan Ramadhan sebagai momentum memperkuat solidaritas sosial.

 

“Ramadhan adalah waktu terbaik untuk memperkuat kepedulian dan gotong royong. Melalui Safari Ramadhan ini kami ingin mendengar langsung aspirasi masyarakat sekaligus memastikan program pemerintah berjalan tepat sasaran,” ungkapnya.

 

Dari Dompu, perjalanan Wakil Gubernur berlanjut menuju Kota Bima pada Senin, 2 Maret 2026. Di kota yang menjadi gerbang timur Nusa Tenggara Barat itu, rangkaian Safari Ramadhan dimulai sejak pagi hari dengan menyentuh langsung denyut kehidupan masyarakat.

 

Agenda pertama diarahkan ke Pasar Amahami, salah satu pusat perdagangan utama di Kota Bima. Di tengah aktivitas para pedagang dan pembeli, Wakil Gubernur melakukan inspeksi langsung untuk memantau stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok selama bulan Ramadhan.

 

“Alhamdulillah, harga kebutuhan pokok masih relatif stabil. Kalau pun ada kenaikan, masih dalam batas wajar. Pemerintah akan terus memantau agar masyarakat tetap tenang dan kebutuhan pangan tersedia hingga akhir Ramadhan,” ujarnya.

 

Dari pasar rakyat, agenda berlanjut ke Kantor Wali Kota Bima dalam Apel Siaga Program Indonesia Asri dan NTB Asri Berkelanjutan. Dalam amanatnya, Wakil Gubernur menegaskan bahwa pengelolaan lingkungan tidak lagi dapat dilakukan dengan pola lama.

 

“Pengelolaan sampah tidak boleh hanya kumpul, angkut, buang. Kita harus mulai dari sumbernya. Ini adalah gerakan bersama untuk menjaga bumi yang kita wariskan kepada generasi mendatang,” tegasnya.

 

Sebagai simbol komitmen tersebut, dilakukan penanaman pohon pule di halaman kantor pemerintah kota.

 

Rangkaian kegiatan Wakil Gubernur kemudian berlanjut ke SMK Negeri 3 Kota Bima. Di sekolah tersebut, ia berdialog dengan guru dan siswa, menyaksikan berbagai karya kreativitas pelajar, sekaligus mendorong tumbuhnya jiwa kewirausahaan generasi muda.

 

“Sekolah harus menjadi tempat yang dirindukan oleh siswa, tempat mereka tumbuh, belajar, dan membangun masa depan dengan rasa aman dan percaya diri,” ujarnya.

 

Sementara itu, pada hari yang sama Gubernur NTB H. Lalu Muhamad Iqbal tiba di Kota Bima untuk melanjutkan rangkaian Safari Ramadhan.

 

Sebelum menghadiri kegiatan Lentera Ramadan, Gubernur meninjau langsung program penanganan stunting melalui intervensi keluarga berisiko stunting dalam program KDKPM (Keluarga Dampak Kemiskinan Prioritas Masyarakat). Dalam kegiatan ini, Gubernur melihat langsung kondisi keluarga sasaran dan memastikan bahwa intervensi pemerintah berjalan tepat sasaran.

 

Dalam kegiatan tersebut, Gubernur didampingi Ketua TP-PKK Provinsi NTB Hj. Sinta Aghatia yang memberikan perhatian khusus pada program kesehatan keluarga dan tumbuh kembang anak.

 

“Stunting tidak hanya soal gizi. Ia berkaitan dengan sanitasi, kondisi rumah, pola asuh, hingga kondisi ekonomi keluarga. Karena itu pendekatannya harus komprehensif dan melibatkan semua pihak,” jelas Gubernur.

 

Rangkaian kegiatan di Kota Bima kemudian dilanjutkan dengan program Lentera Ramadan di Masjid Agung Al-Muwahidin.

 

Program ini menjadi inovasi baru pemerintah provinsi yang untuk pertama kalinya diselenggarakan secara bergilir di berbagai kabupaten dan kota di NTB.

 

“Selama ini kegiatan Ramadhan banyak terpusat di satu tempat. Sekarang kita ingin menyebarkannya ke seluruh daerah. Pembangunan tidak boleh hanya berputar di satu kota, tetapi harus dirasakan dari Ampenan sampai Sape,” ujar Gubernur.

 

Perjalanan Safari Ramadan kemudian berlanjut ke Kabupaten Bima pada Selasa, 3 Maret 2026. Di Desa Nggembe, Gubernur meninjau langsung kondisi anak-anak yang menjadi sasaran program penanganan stunting.

 

Gubernur juga meninjau lokasi banjir bandang yang sempat melanda wilayah tersebut. Selain menyalurkan bantuan kepada masyarakat terdampak, pemerintah provinsi menyiapkan langkah penanganan jangka panjang.

 

“Penanganan bencana tidak boleh berhenti pada bantuan darurat. Kita harus memastikan ada solusi permanen agar masyarakat tidak terus hidup dalam kekhawatiran setiap musim hujan,” tegasnya.

 

Safari Ramadan juga membawa rombongan ke Desa Donggo, wilayah yang selama ini menghadapi keterbatasan akses air bersih. Dalam dialog bersama masyarakat, Gubernur menerima laporan mengenai tampungan air yang belum dapat dimanfaatkan karena belum tersedianya jaringan pipa.

 

“Air adalah kebutuhan dasar. Tidak boleh ada sumber air yang tidak bisa dimanfaatkan hanya karena tidak ada jaringan pipa. Ini akan segera kita carikan solusi,” ujarnya.

 

Perjalanan Safari Ramadan itu seakan berjalan tanpa jeda. Dari Dompu, Kota Bima, hingga Kabupaten Bima, rombongan terus bergerak menyusuri Pulau Sumbawa. Tidak ada penat yang diperlihatkan, tidak ada jarak yang terasa terlalu jauh. Sebab bagi kepemimpinan Iqbal–Dinda, perjalanan itu bukan sekedar agenda kerja. Ia adalah ikhtiar untuk mendekatkan pemerintah dengan rakyat, karena masyarakat adalah alasan utama mengapa pembangunan itu dijalankan.

 

Tanpa jeda dan tanpa lelah, perjalanan kemudian berlanjut menuju Lombok Tengah pada Rabu, 4 Maret 2026.

 

Agenda pertama dimulai di Kantor Desa Barabali, Kecamatan Batukliang. Di tempat itu, Gubernur bertemu dengan para Pendamping Desa Berdaya untuk membahas strategi penanganan kemiskinan ekstrem dan stunting.

 

“Selama ini kita sering berjalan sendiri-sendiri. Padahal persoalan kemiskinan harus diorkestrasi bersama. Semua pihak harus bergerak dalam satu irama agar intervensi benar-benar sampai kepada keluarga yang membutuhkan,” tegas Gubernur Iqbal.

 

Usai pertemuan tersebut, Gubernur meninjau langsung kondisi warga yang masuk dalam kategori kemiskinan ekstrem serta keluarga dengan anak stunting.

 

Dari Batukliang, perjalanan berlanjut menuju kawasan wisata alam Benang Kelambu. Di kawasan yang dikelilingi rimbunnya hutan itu, Gubernur melakukan penanaman bibit pohon bersama jajaran Balai KPH Wilayah I Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi NTB.

 

“Lingkungan adalah fondasi kehidupan. Kalau alam rusak, maka pembangunan akan kehilangan pijakan. Karena itu menjaga hutan dan lingkungan adalah tanggung jawab kita bersama,” ujarnya.

 

Rangkaian Safari Ramadan kemudian ditutup di Lapangan Jelojok Kopang dengan pembukaan kegiatan Lentera Ramadan bersama masyarakat. Dalam kegiatan ini, Gubernur hadir bersama Ketua TP-PKK NTB Hj. Sinta M. Iqbal, Bupati Lombok Tengah, H. Lalu Fathul Bahri, serta jajaran pemerintah daerah.

 

Lapangan yang dipenuhi masyarakat dan pelaku UMKM itu menghadirkan suasana Ramadan yang hangat. Bazar ekonomi rakyat, pengajian, dan berbagai kegiatan sosial memperlihatkan bagaimana masjid dan masyarakat dapat menjadi pusat kehidupan bersama.

 

Di titik inilah makna Safari Ramadan sebagai rihlah ukhuwah menemukan bentuknya.

 

Perjalanan panjang dari Dompu, Kota Bima, Kabupaten Bima hingga Lombok Tengah memperlihatkan satu hal yang sederhana namun mendasar, bahwa bagi kepemimpinan NTB hari ini, masyarakat bukan sekedar objek pembangunan, melainkan alasan utama mengapa pembangunan itu dijalankan.

 

Di penghujung rangkaian Safari Ramadan tersebut, Gubernur NTB H. Lalu Muhamad Iqbal menyampaikan pesan yang menegaskan bahwa pembangunan daerah hanya dapat berhasil jika dijalankan bersama.

 

“Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Pembangunan hanya akan berhasil jika pemerintah dan masyarakat berjalan bersama, saling menguatkan dan saling menjaga. Ramadan mengajarkan kita tentang kepedulian, keikhlasan, dan tanggung jawab terhadap sesama. Nilai-nilai inilah yang harus menjadi ruh dalam membangun NTB,” ujarnya.

 

Safari Ramadan Pemprov NTB pada akhirnya menjadi lebih dari sekadar agenda tahunan. Ia menjelma menjadi perjalanan ukhuwah, perjalanan kepemimpinan yang berjalan dari desa ke desa, dari masjid ke masjid, dari hati rakyat menuju kebijakan pembangunan.

Dan di bulan yang penuh berkah ini, dari desa-desa hingga kota, dari masjid hingga pasar, perjalanan itu terus berlangsung, menguatkan ukhuwah, menyatukan ibadah dan pembangunan, serta menyalakan harapan menuju Nusa Tenggara Barat yang Makmur Mendunia.(Kominfotik)

NTB PROV
Diskominfotik NTB © 2025 All rights reserved.

Membangun Nusa Tenggara Barat Makmur Mendunia

by Dinas KOMINFOTIK NTB

Link Penting

BPS NTB KADARING SIBI (Kamus dalam Jaringan Sistem Isyarat Bahasa Indonesia)

Sekretariat Daerah Provinsi Nusa Tenggara Barat: Jalan Pejanggik No. 12
Mataram, Nusa Tenggara Barat - 83122

Monday - Friday: 07:30 - 16:00 Saturday, Sunday: Closed
0370-622373