Pemprov NTB Fokus Literasi Energi Lewat Konten Lokal Strategis
Mataram, 6 April 2026- Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) bersama Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) menggelar bimbingan teknis (Bimtek) Pengelolaan Informasi, Dokumentasi, dan Penyusunan Konten Publik bertempat di Rumah Langko Mataram, Rabu (6/5/2026).
Kegiatan ini, diarahkan untuk memperkuat kapasitas sumber daya manusia (SDM) pengelola informasi publik, khususnya dalam membuat konten yang mendukung literasi ketahanan energi nasional.
Kepala Dinas Komunikasi, Informasi dan Statistik (Kominfotik) NTB, Dr. Ahsanul Khalik, dalam pada Bimtek tersebut menegaskan, bahwa peran komunikasi publik kini tidak lagi sebatas menyampaikan informasi, tetapi telah menjadi instrumen strategis dalam membentuk kesadaran dan perilaku masyarakat.
"Hari ini kita berada di era di mana informasi membentuk persepsi dan persepsi membentuk perilaku. Konten yang kita produksi memiliki kekuatan untuk mengubah cara masyarakat memandang energi dari sekadar konsumsi menjadi tanggung jawab," ujarnya.
Ia menjelaskan, komunikasi publik yang efektif harus mampu melewati tiga tahapan utama, yakni membangun kesadaran, membentuk sikap, dan mendorong perubahan perilaku. Karena itu, kualitas konten menjadi kunci dalam menggerakkan partisipasi publik.
"Jika konten hanya berhenti pada penyampaian informasi, kita baru di tahap pertama. Namun jika mampu menyentuh nilai dan kepentingan masyarakat, maka kita masuk pada perubahan perilaku," katanya.
Ahsanul juga menekankan pentingnya pendekatan berbasis lokal dalam penyusunan konten. Menurutnya, karakteristik NTB sebagai wilayah kepulauan dengan potensi energi terbarukan yang besar membutuhkan narasi yang kontekstual.
"Pengelolaan informasi harus berbasis data dan konteks lokal. Konten energi di NTB tidak bisa disamakan dengan daerah lain. Kita punya desa-desa terpencil dan potensi energi terbarukan yang besar," tegasnya.
Melalui program unggulan Pemprov NTB yakni Desa Berdaya, Ahsanul Khalik juga mendorong desa sebagai subjek utama dalam membangun kesadaran energi. Setiap desa diharapkan mampu menjadi pusat produksi narasi dan edukasi publik terkait energi bersih dan hemat energi.
"Ketahanan energi tidak lagi menjadi program pemerintah semata, tetapi harus menjadi gerakan sosial. Desa menjadi kekuatan utama dalam membangun kesadaran itu," ujarnya.
Sementara itu, Direktur Informasi Publik Ditjen Komunikasi Publik dan Media Komdigi, Dr. Nursodik Gunarjo, yang bertindak sebagai keynote speaker, menekankan pentingnya transformasi digital dalam pengelolaan informasi publik.
"Transformasi digital menjadikan peran komunikasi publik semakin strategis, tidak hanya sebagai penyedia informasi, tetapi juga sebagai penggerak komunikasi kebijakan yang efektif, transparan, dan akuntabel," katanya.
Ia menambahkan, ketahanan energi sebagai agenda prioritas nasional membutuhkan dukungan komunikasi publik yang kuat dan terstruktur.
"Informasi mengenai kebijakan dan pcapaian sektor energi harus dikelola dengan baik dan dikomunikasikan melalui konten yang jelas, relevan, dan mudah dipahami masyarakat," ujarnya.
Kegiatan bimtek ini juga menghadirkan sejumlah narasumber, di antaranya Kepala Biro Fasilitasi Kebijakan Energi dan Persidangan Sekretariat Jenderal Dewan Energi Nasional, Ir. Yunus Saefulhak, Kepala Biro Humas dan Umum LKPP RI Dr. Hermawan, Ketua Komisi Informasi NTB, Sahnam, SH, Akademisi Universitas Padjadjaraan Dr. Ira Mirawati serta perwakilan Dinas Kominfo Kabupaten Kota di NTB.
Melalui kegiatan ini, diharapkan aparatur pengelola informasi publik di pusat dan daerah mampu menjadi garda terdepan dalam menyampaikan narasi pembangunan, sekaligus membangun budaya sadar energi di tengah masyarakat (Rabu/dony/her/KominfotiNTB).







